GOWA|TUBARANIA.COM – Aksi perusakan terhadap spanduk perjuangan yang dilakukan oleh oknum tidak dikenal belakangan ini memantik respons keras dari kalangan aktivis dan perwakilan rakyat di Kabupaten Gowa. Alih-alih merasa gentar, pihak yang merasa dirugikan justru menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah bukti lunturnya nilai-nilai luhur kedaerahan yang seharusnya dijaga bersama (1/7/2026).
Pernyataan sikap resmi dirilis oleh perwakilan perjuangan, yakni Alumnus Dg Romo selaku Koordinator Umum (Korum) dan Indra Dg Lewa selaku Koordinator Lapangan (Korlap). Keduanya mengecam keras aksi tersebut sebagai bentuk tindakan pengecut yang menodai filosofi “Siri’ na Pacce”.
Dalam narasinya, pihak penggerak aksi menilai bahwa perobekan spanduk dan pencabutan tulisan pada tiang bambu merupakan upaya nyata pembungkaman suara rakyat. Meski demikian, mereka memastikan bahwa tindakan fisik tersebut sama sekali tidak memengaruhi semangat perjuangan mereka.
”Terima kasih karena dengan tanganmu sendiri, kau buktikan bahwa Siri’ na Pacce tak lagi kau junjung. Kau robek kain spanduk, tapi kau tak akan bisa merobek suara rakyat. Kau cabut tulisan di tiang bambu, tapi kau tak akan bisa mencabut luka dan pengkhianatan yang kami rasa,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Bagi para aktivis, spanduk hanyalah media visual yang dapat diganti. Sebaliknya, insiden ini justru kian mempertebal rasa Pacce—empati mendalam terhadap penderitaan sesama rakyat—di tengah barisan perjuangan mereka.
”Menanggapi tindakan destruktif yang dilakukan secara diam-diam tersebut, Alumnus Dg Romo dan Indra Dg Lewa melayangkan tantangan terbuka kepada oknum terkait untuk menempuh jalur dialog yang beradab”.
”Jika berani, hadapi kami dengan argumen, bukan dengan merobek. Karena orang ber-Siri’ berjuang terang-terangan, bukan bersembunyi di balik pengrusakan,” tegas mereka.
Di tengah memanasnya situasi, Posko Perjuangan kini menjadi monumen hidup yang menandai bahwa benteng pertahanan moralitas dan konstitusi di Kabupaten Gowa berpusat di gedung DPRD. Aliansi moral antara rakyat dan parlemen ini dipastikan akan menjadi kekuatan utama dalam mengawal kebenaran secara transparan, objektif, dan berkeadilan bagi publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari pihak mana pun mengenai identitas pelaku di balik aksi pengrusakan tersebut. Insiden ini menjadi pengingat penting bagi publik mengenai urgensi menjaga etika dalam ruang demokrasi dan saling menghargai perbedaan pandangan.(Red)

