GOWA | TUBARANIA.COM– Masyarakat yang hendak melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU 74.92.118 yang berlokasi di wilayah Pattallassang, Kabupaten Gowa, mengeluhkan pelayanan yang diberikan oleh pihak SPBU. Warga merasa dirugikan karena pihak operator dinilai lebih memprioritaskan pengisian menggunakan jerigen atau pelansir dibandingkan melayani kendaraan warga yang telah mengantre panjang.
Sejumlah pengendara yang berada di lokasi mengungkapkan kekecewaannya. Menurut mereka, antrean kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, seringkali terhambat lantaran petugas SPBU lebih mendahulukan pengisian ke dalam jerigen-jerigen yang dibawa oleh oknum tertentu.
”Kami sudah mengantre lama, tapi petugas justru terlihat lebih sibuk melayani jerigen. Ini sangat tidak adil bagi masyarakat yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari,” ujar salah satu warga di lokasi, Jumat (10/07/2026).
Fenomena antrean jerigen di SPBU ini memicu spekulasi di tengah masyarakat. Warga menduga adanya praktik “main mata” antara oknum petugas SPBU dengan para pengepul atau pelansir BBM yang disinyalir akan menjual kembali BBM tersebut dengan harga yang lebih tinggi.
Aturan mengenai pembelian BBM menggunakan jerigen sendiri sebenarnya sudah diatur ketat oleh pihak Pertamina, di mana pengisian menggunakan jerigen hanya diperbolehkan untuk kebutuhan mendesak atau pertanian dengan membawa surat rekomendasi dari instansi terkait. Namun, di lapangan, praktik pengisian yang melampaui batas kewajaran kerap terjadi tanpa pengawasan yang memadai.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SPBU 74.92.118 mengatakan Itu smua punya barcode dan Kita juga tidak sembarang isi, ungkapnya.
Masyarakat berharap pihak Pertamina Wilayah Sulawesi Selatan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan memberikan sanksi tegas kepada pengelola SPBU jika terbukti melanggar aturan distribusi BBM bersubsidi. Hal ini penting dilakukan agar hak masyarakat untuk mendapatkan akses BBM secara merata dan wajar dapat terpenuhi.(Red)
Editor : Bachtiar Tahir

