TAKALAR, Tubarania.com- Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum refleksi bagi RSUD Takalar. Direktur RSUD Takalar, dr. Ruslan Ramli, M.Adm.Kes, menegaskan kemerdekaan sejati bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi saat negara mampu menghadirkan hidup sehat yang layak dan bermartabat bagi seluruh rakyatnya.
“81 tahun Indonesia merdeka. Kemerdekaan akan terasa hampa jika rakyat masih sakit dan kesulitan berobat. Di usia baru Republik ini, RSUD Takalar berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, terjangkau, bermutu, dan berkeadilan untuk seluruh masyarakat Takalar,” tegas dr. Ruslan usai upacara HUT RI di halaman RSUD Takalar, Minggu (17/8/2026).
Mengisi Kemerdekaan Lewat Pelayanan
Menurutnya, bentuk perjuangan hari ini telah berubah. Jika para pahlawan mengusir penjajah dengan darah, maka generasi sekarang mengisi kemerdekaan lewat kerja nyata di bidang masing-masing.
Bagi insan kesehatan, perjuangan itu sederhana: melayani manusia dengan hati. “Mengisi kemerdekaan bagi kami adalah menyambut pasien sebagai saudara. Menolong yang sakit agar kembali sehat, kembali bekerja, kembali berkumpul dengan keluarga. Itu pengabdian nyata kami untuk bangsa,” ujarnya.
Kesehatan Adalah Modal Bangsa Maju
dr. Ruslan menekankan, bangsa yang kuat lahir dari rakyat yang sehat. Karena itu RSUD Takalar tidak boleh berhenti di pengobatan saja. Rumah sakit harus terus bertransformasi.
“Rumah sakit harus mengikuti zaman. Kita ingin warga Takalar mendapat pelayanan terbaik di daerahnya sendiri. Semakin lengkap layanan di sini, semakin ringan beban masyarakat untuk berobat jauh ke luar daerah,” katanya.
Ia meminta seluruh jajaran memperkuat budaya pelayanan cepat, ramah, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“Alat canggih dan gedung megah penting. Tapi yang utama adalah rasa aman, dihargai, dan didengar saat masyarakat datang ke rumah sakit,” tegasnya.
45 Tahun Mengabdi, Semangat Tetap Menyala
Tahun ini RSUD Takalar juga memasuki usia 45 tahun pengabdian sejak berdiri 1981. Bertepatan dengan HUT ke-81 RI, usia ini disebut dr. Ruslan sebagai bahan bakar untuk terus berbenah.
“Di balik angka 45 tahun ada jutaan kisah perjuangan nakes dan harapan masyarakat. Kemerdekaan mengingatkan kita: pengabdian tidak harus besar. Datang tepat waktu, senyum pada pasien, jaga kebersihan, itu semua bagian dari menjaga Indonesia,” ajaknya.
Kemerdekaan Harus Dirasakan di Ruang Rawat
Lebih jauh, ia berharap semangat kemerdekaan nyata hingga ke ruang pelayanan. Masyarakat tidak boleh takut berobat karena biaya, tidak dipersulit birokrasi, dan berhak mendapat informasi jelas.
“Merdeka di bidang kesehatan artinya negara hadir saat rakyat sakit. Pemerintah daerah hadir. Rumah sakit hadir. Tidak ada yang merasa sendirian,” katanya.
Pembangunan kesehatan, lanjut dia, butuh kolaborasi Pemkab Takalar, puskesmas, profesi, swasta, dan masyarakat agar pelayanan semakin menjawab kebutuhan.
“Sehatkan Bangsa, Isi Kemerdekaan”
Menutup pesannya, dr. Ruslan mengajak seluruh keluarga besar RSUD Takalar menjadikan “Sehatkan Bangsa, Isi Kemerdekaan” sebagai kompas kerja.
“Amanah kemerdekaan kita jaga dengan karya. Tugas kami adalah menjaga kehidupan dan mengurangi penderitaan. Mari bekerja lebih baik dan melayani lebih tulus. Karena bangsa yang kuat dimulai dari rakyat yang sehat,” pungkasnya.
Dirgahayu RI ke-81
Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.
Wartawan: Indra, Editor: Bachtiar



Tinggalkan Balasan