Iklan
Iklan
Iklan
Iklan

 

 

Takalar, 06 November 2025 — Kasus pencurian ternak (Curnak) kembali mengguncang warga Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar. Seekor sapi betina yang tengah hamil milik warga Dusun Lerekang, Desa Pa’rappunganta, dilaporkan hilang pada malam Sabtu, 01 November 2025. Peristiwa ini baru diketahui keesokan paginya oleh pemilik sapi, Mappa Dg Nakku’, setelah mendapati kandang sapi dalam keadaan kosong.

 

Setelah kejadian, keluarga korban bersama warga sekitar segera melakukan pencarian di berbagai titik sekitar desa. Namun hingga hari Rabu, 05 November 2025, hasilnya belum membuahkan titik terang. Hingga akhirnya, salah satu keluarga korban menerima panggilan telepon yang mengabarkan bahwa ada seseorang terlihat membawa daging dalam jumlah besar. Saat hendak dikonfirmasi, orang tersebut justru melarikan diri.

 

Keesokan harinya, Kamis 06 November 2025, keluarga korban melanjutkan pencarian dengan dibantu oleh anggota Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Takalar. Upaya pencarian itu membuahkan hasil pahit. Mereka menemukan kulit sapi yang telah dipotong-potong di semak belukar wilayah Lingkungan Panjarungang, Kelurahan Panrannungangku, Kecamatan Polut. Kondisi di lokasi sangat memprihatinkan karena hanya tersisa kulit sapi dan anak sapi yang masih dalam kandungan induk sapi yang di perkirakan sekitar 1 minggu lagi akan melahirkan yang ditemukan membusuk di dalam sebuah galian berair.

 

Dari kondisi temuan, diperkirakan sapi tersebut telah disembelih oleh pelaku sekitar tiga hari sebelumnya.Karena kulit sapi dan anak sapi yang sudah berulat menimbulkan bau busuk di sekitar lokasi. Kejadian ini menimbulkan rasa sedih dan marah bagi keluarga korban, terlebih karena sapi tersebut diketahui sedang bunting dan menjadi salah satu sumber penghidupan keluarga.

 

Barang bukti berupa kulit sapi dan sisa-sisa lainnya langsung diamankan dan dibawa ke Polsek Polut untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian bersama FKPM Takalar kini tengah mengumpulkan informasi dan menelusuri kemungkinan pelaku yang terlibat dalam pencurian dan penyembelihan tersebut.

 

Keluarga korban dan anggota FKPM Takalar serta Jeneponto berharap agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum sesuai perbuatannya. Mereka juga mengimbau agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian ternak yang akhir-akhir ini kembali marak terjadi di wilayah Kabupaten Takalar.