Iklan
Iklan

 

 

Gowa – Menjelang peringatan hari jadi yang ke-5 yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 hingga 19 April 2026 di Malino, Kabupaten Gowa, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat Inakor Kabupaten Gowa menegaskan langkah-langkah konsolidasi guna memperkokoh posisinya sebagai kekuatan masyarakat sipil yang berperan mengawal terwujudnya pemerintahan yang bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Berdiri sejak tahun 2021, LSM Inakor Gowa secara berkelanjutan mengambil peran penting sebagai bagian dari sistem pengawasan sosial. Organisasi ini aktif mengawasi pengelolaan keuangan negara serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang disusun dan dilaksanakan pemerintah selalu berpihak pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat luas.

 

Momentum genap lima tahun perjalanan organisasi ini tidak dimaknai sekadar sebagai rangkaian acara seremonial semata. Sebaliknya, momen ini dijadikan titik tolak untuk melakukan refleksi atas kinerja yang telah dijalankan, sekaligus memperkuat arah gerak organisasi agar lebih progresif, terstruktur, dan mampu menghadapi beragam tantangan dalam pelaksanaan tugas pengawasan di tingkat daerah.

 

Ketua DPD LSM Inakor Kabupaten Gowa, Asywar, S.T., S.H., menyatakan bahwa upaya menyatukan visi dan memperkuat struktur organisasi menjadi kebutuhan yang mendesak. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam menindak tegas praktik-praktik penyimpangan yang masih berpotensi muncul dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

 

“LSM Inakor harus menjadi kekuatan masyarakat yang kokoh dan terorganisir dengan baik. Kehadiran kami bukan hanya untuk mengamati, tetapi juga memastikan bahwa setiap kebijakan dan penggunaan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat. Apabila ditemukan adanya indikasi penyimpangan, kami akan mengawal penyelesaiannya secara serius dan terus berlanjut hingga mendapatkan kejelasan,” tegas Asywar.

 

Kegiatan peringatan yang diselenggarakan di Malino nanti juga akan dihadiri oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LSM Inakor Sulawesi Selatan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya mempererat kerja sama dan koordinasi antar tingkatan struktur organisasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam melaksanakan tugas pengawasan di masa mendatang.

 

Lebih lanjut, Asywar menekankan bahwa kemandirian merupakan prinsip dasar yang tidak dapat dikesampingkan dalam setiap kegiatan yang dilakukan. Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengumpulan data, penyelidikan, dan upaya pembelaan kepentingan masyarakat dilaksanakan secara objektif, profesional, serta bebas dari pengaruh atau tekanan pihak manapun.

 

“Kemandirian adalah hal yang tidak bisa ditawar dalam menjalankan tugas kami. Segala tindakan yang kami ambil selalu berlandaskan pada data dan bukti nyata, bukan atas dasar tekanan atau kepentingan tertentu. Dengan prinsip ini, kami dapat menjaga kepercayaan masyarakat serta memelihara nama baik organisasi,” ujarnya.

 

Dalam menjalankan fungsinya, LSM Inakor juga menyoroti bahwa peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk membangun sistem pengawasan yang partisipatif. Menurut Asywar, keterbukaan informasi dan transparansi bukan hanya tanggung jawab yang dibebankan kepada pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat sipil agar dapat berjalan dengan baik.

 

Oleh karena itu, peringatan hari jadi ke-5 ini akan dijadikan ajang untuk memperkuat kesatuan di dalam organisasi, meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam melakukan penyelidikan, serta memperluas jaringan kerja sama untuk membangun sistem pengawasan yang melibatkan peran serta masyarakat secara luas.

 

Dengan pendekatan yang lebih terencana dan selalu berlandaskan pada bukti nyata, LSM Inakor Gowa menegaskan kembali tekadnya untuk terus mengawal kejujuran dan integritas dalam pengelolaan keuangan negara, serta mendorong terciptanya sistem pemerintahan yang bersih, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Peringatan lima tahun berdirinya organisasi ini juga menjadi penegasan bahwa LSM Inakor tidak hanya berperan sebagai pengamat, melainkan sebagai kekuatan masyarakat yang aktif, kritis, dan konsisten dalam menjaga kepentingan umum dari berbagai kemungkinan terjadinya penyimpangan