

GOWA | TUBARANIA.COM – Suasana kemitraan antara institusi pendidikan dan media kembali memanas. Kepala Sekolah SD Inpres Nuraeni S.Pd di dusun Pattingngallong desa Bontosunggu kec Bajeng, diduga kuat sengaja melakukan upaya “adu domba” atau pembenturan antara pihak wartawan dengan pengelola Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Bumi Arafat Nusantara yang berlokasi di Panciro,pada Minggu (22/3/2026).
Dugaan ini muncul setelah adanya ketidaksinkronan pernyataan yang disampaikan oleh sang Kepala Sekolah kepada berbagai pihak terkait distribusi makanan untuk siswa.
Berdasarkan bukti rekaman yang diambil pada 12 Februari 2026, Nuraeni secara rinci mengungkapkan kekesalannya terhadap pengelola MBG Yayasan Bumi Arafat Nusantara di Panciro. Dalam rekaman tersebut, ia menyatakan bahwa MBG dari wilayah Panciro sering kali terlambat tiba di sekolah.
”Makanan sering datang saat anak-anak sudah pulang sekolah,” bunyi penggalan pernyataan Kasek dalam rekaman tersebut.
Namun, narasi berbeda justru disampaikan Nuraeni saat berhadapan langsung dengan pihak pengelola MBG Panciro. Bukannya mengonfirmasi keluhannya, ia justru menyebut bahwa oknum yang sering terlambat bukanlah MBG Panciro, melainkan MBG wilayah Bontocinde.
Sikap “lempar batu sembunyi tangan” ini dinilai oleh sejumlah pihak sebagai upaya sengaja untuk memicu konflik antara awak media yang melakukan fungsi kontrol sosial dengan pihak pengelola MBG.
Tindakan Kasek yang memberikan keterangan berbeda (kontradiktif) ini memicu tanda tanya besar mengenai transparansi pengelolaan program MBG di sekolah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola MBG Panciro merasa dirugikan atas klaim awal sang Kasek yang tidak konsisten.
Wartawan yang bersangkutan juga merasa bahwa Kasek berupaya menghindar dari kejaran konfirmasi mengenai distribusi makanan dengan cara mengalihkan isu ke pihak pengelola lain.
Editor : Bachtiar Tahir Ds

