



MAKASSAR | TUBARANIA.COM-Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Lintas Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar, Pada Senin,22 Desember.
Aksi ini dilakukan guna menuntut pengusutan tuntas atas dugaan praktik korupsi di lingkungan instansi tersebut.
Sambil Berbaris Depan Pintu masuk bernada protes dan melakukan orasi secara bergantian, massa aksi mendesak pimpinan KSOP untuk memberikan klarifikasi terbuka terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan indikasi Korupsi Anggaran Layanan Konektivitas Angkutan Keperintisan R-58 Anggaran Rp.9.735.994.000,00 Penyedia PT. Subsea Lintas Globalindo Dan Layanan.
Konektivitas Angkutan Keperintisan R-58 Dengan Anggaran Rp.2.980.704.000,00 Penyedia Jasa Badan Layanan Umum Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar atau PIP Tahun Anggaran 2025 Satuan Kerja KSOP Utama Makassar.
Koordinator Lapangan Aladin aksi, Aladin, dalam orasinya menyatakan bahwa mahasiswa menemukan adanya ketidaksinkronan data antara anggaran yang dikucurkan dengan realisasi di lapangan.
“Kami datang ke sini membawa raport merah. Ada indikasi kuat terjadinya ‘permainan’ dalam proses administrasi dan operasional yang merugikan negara hingga miliaran rupiah. Kami meminta pihak berwenang segera melakukan audit investigatif,” ujar Aladin di sela-sela aksi.
Setelah melakukan orasi selama kurang lebih 1 jam, perwakilan massa aksi akhirnya diterima oleh pihak KSOP untuk melakukan audiensi. Namun, mahasiswa mengancam akan kembali melakukan aksi dengan massa yang lebih besar jika tuntutan mereka untuk transparansi dan keterbukaan informasi Dari Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK.
Sementara itu, pihak KSOP melalui Pejabat Yang Mewakili Ruangan PPID menyatakan bahwa pihaknya menghargai aspirasi mahasiswa dan Aspirasinya Tersebut Akan disampaikan ke Pimpinan KSOP Utama Makassar.
Pihaknya juga menyatakan siap jika sewaktu-waktu dilakukan pemeriksaan oleh instansi penegak hukum.
Aksi yang berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian ini berakhir dengan tertib sebelum massa membubarkan diri pada sore hari.

