

Gowa, — Sejumlah lembaga aktivis dari golongan pemuda mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam aliansi gerakan menggelar konsolidasi internal yang berlangsung di Sekretriat FORMASI Gowa, pada Jumat 28 maret 2026 pukul 23.00 Wita.
Guna merespons situasi terkini di Kabupaten Gowa yang dinilai semakin memprihatinkan.
Kajian strategia bertajuk “Konsolidasi Gerakan” tersebut menjadi ruang penyatuan sikap dan strategi perjuangan dalam mengawal berbagai isu yang berkembang, khususnya terkait dugaan skandal pejabat publik serta problematika pemerintahan daerah.
Dalam Kajian isu tersebut, para pemuda maahsiswa ataupun masyarakat yang tergabung menyepakati beberapa tuntutan utama, di antaranya mendesak pengusutan tuntas terhadap dugaan skandal yang melibatkan pejabat publik di Kabupaten Gowa.
Mereka menilai bahwa kasus tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan hukum. Selain itu, massa juga mendesak Bupati Gowa untuk segera memberikan klarifikasi secara terbuka, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat. Hal ini dianggap penting guna menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Tidak hanya itu, berbagai persoalan lain yang dinilai menghambat kemajuan daerah turut menjadi sorotan. Aliansi pemuda menilai bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa harus segera menuntaskan problematika di berbagai sektor, termasuk pelayanan publik, kebijakan ekonomi, serta stabilitas sosial.
Dalam pernyataan sikapnya, mereka juga menegaskan penolakan terhadap segala bentuk tindakan yang dianggap mencederai marwah daerah.
Seruan “Stop Cemari Marwah Tanah Gowa Berserata” menggema dalam konsolidasi tersebut sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan dan penyimpangan kekuasaan.
Sebagai bentuk keseriusan, hasil konsolidasi ini juga akan ditindaklanjuti dengan aksi nyata dalam waktu dekat. Massa menyatakan siap turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka apabila tuntutan mereka tidak segera direspons oleh pihak terkait.
Konsolidasi ini sekaligus menjadi penegasan bahwa kondisi Gowa saat ini berada dalam situasi yang oleh mereka disebut sebagai “Gowa Darurat”, yang membutuhkan perhatian serius dan langkah cepat dari seluruh pemangku kebijakan.
Hingga berita diterbitkan belum ada respon dariboemerintah daerah kab. Gowa mengenai tuntutan dan desakan dari berbagai sektor !

