



Tubarania.com-Gowa, 2 November 2025 —
Suasana rapat konsolidasi Aliansi Buruh Kabupaten Gowa malam tadi berlangsung panas. Puluhan buruh, aktivis muda, dan perwakilan organisasi rakyat berkumpul dalam satu tekad: melawan ketidakadilan dan keserakahan yang menindas kaum pekerja.
Rapat yang digelar di salah satu sekretariat perjuangan itu menjadi ajang menyatukan langkah menuju aksi besar yang segera digelar. Dalam diskusi yang penuh semangat, mereka membedah persoalan upah murah, sistem kerja kontrak yang menjerat, dan masih banyak pekerja belum mendapatkan jaminan sosial, BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan, serta kebijakan pemerintah yang dinilai tidak tegas pada penerapan undang-undang cipta kerja.
“Cukup sudah kami dijadikan tumbal pembangunan! Kami bekerja keras, tapi hasilnya dinikmati segelintir orang,” tegas salah satu orator muda dalam rapat tersebut. Suara lantang itu disambut dengan tepukan meja dan pekik solidaritas dari peserta lain.
Aliansi Buruh Kabupaten Gowa menegaskan bahwa aksi yang akan datang bukan sekadar unjuk rasa, melainkan **letupan kemarahan yang lahir dari penindasan panjang.** Mereka menolak tunduk pada kebijakan yang mencabut hak buruh atas kehidupan layak, jaminan sosial, dan kepastian kerja.
“Selama nadi ini masih berdenyut, kami tidak akan mundur sejengkal pun!” ujar salah satu pimpinan aliansi dengan suara bergetar penuh keyakinan.
Aksi buruh Gowa kali ini dipastikan akan menjadi gelombang perlawanan yang menggema, membawa pesan keras kepada penguasa: **buruh bukan budak, rakyat bukan alat!**

