Iklan
Iklan

GOWA | TUBARANIA.COM– Ketegangan terjadi di wilayah perbatasan Desa Mattiro Baji dan Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa pada Rabu (15/4/2026) malam. Sekitar pukul 22.00 WITA, puluhan warga bersama tokoh masyarakat setempat nekat menutup total akses jalan menuju Rumah Sakit (RS) Thalia Irham.

​Aksi ini merupakan puncak kekecewaan warga terhadap pihak manajemen rumah sakit yang dinilai tidak bertanggung jawab atas kerusakan infrastruktur di lingkungan mereka.

​Penyebab Aksi Penutupan Jalan
​Warga menengarai beberapa alasan utama yang memicu tindakan tegas ini, di antaranya:

1. ​Kerusakan Fasilitas Umum: Mobilitas kendaraan operasional dan pengunjung rumah sakit yang melintasi jalan desa mengakibatkan kerusakan parah pada badan jalan.

2. ​Minat Perbaikan Minim: Hingga saat ini, pihak RS Thalia Irham dinilai belum melakukan tindakan nyata untuk memperbaiki kerusakan jalan yang diklaim milik warga setempat tersebut.

3. ​Parkir Sembarangan: Warga mengeluhkan kendaraan milik rumah sakit yang sering parkir di tengah jalan, sehingga mengganggu aktivitas dan mobilitas warga sehari-hari.

​Dipimpin Tokoh Masyarakat
​Aksi penutupan akses ini dipimpin langsung oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat, antara lain Nasrun Dg Tarang, Dg Lala, Nurdin Dg Tula, dan Dg Tompo. Mereka menegaskan bahwa jalan tersebut adalah milik warga dan bukan merupakan aset publik yang bisa digunakan secara komersial tanpa adanya pemeliharaan.

​”Kami sudah cukup bersabar. Jalanan ini milik warga, tapi dirusak oleh kendaraan rumah sakit dan sampai sekarang tidak ada niat baik untuk memperbaiki. Ditambah lagi mobil-mobil rumah sakit parkir sembarangan yang sangat mengganggu kami,” ujar salah satu perwakilan warga di lokasi kejadian.

​Hingga berita ini diturunkan, akses jalan masih ditutup menggunakan blokade darurat. Warga menuntut adanya pertemuan resmi dengan pihak manajemen RS Thalia Irham untuk menyepakati perbaikan jalan dan pengaturan parkir yang lebih manusiawi.

​Belum ada pernyataan resmi dari pihak RS Thalia Irham mengenai aksi penutupan jalan ini. Warga mengancam akan tetap menutup akses tersebut hingga tuntutan mereka dipenuhi.