GOWA | Tubarania.com– Sebuah ikon patung kuda menghiasi pintu gerbang rumah milik H. Ampang di Desa Paraikatte, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Keberadaan gerbang tersebut membuat tampilan kawasan sekitar terlihat semakin menarik dan menjadi perhatian masyarakat yang melintas maupun warga setempat.

Ikon tersebut berada di bagian depan gerbang rumah dan menghadap ke akses jalan. Kemegahan bangunan serta desain gerbang dengan patung kuda membuat sejumlah masyarakat tertarik untuk mengabadikan momen dengan berfoto bersama keluarga maupun teman.

Sejumlah warga mengaku senang dengan adanya ikon tersebut. Mereka menilai, bangunan rumah milik H. Ampang memiliki desain yang cukup besar dan mewah, ditambah ornamen patung kuda yang memberikan kesan tersendiri.
“Jarang ada bangunan rumah sebesar dan semewah ini yang memiliki ikon seperti itu. Kalau lewat, menarik untuk dilihat,” ujar salah seorang warga.

Pemandangan tersebut semakin menarik karena berada di kawasan yang memiliki bentang alam perbukitan yang menghubungkan wilayah Kecamatan Bajeng dan Kecamatan Pallangga, tepatnya antara Desa Paraikatte dan Desa Bontoramba.

H. Ampang, yang juga dikenal sebagai pemilik permandian Sileo Desa Paraikatte, menjelaskan bahwa pembangunan gerbang ikonik tersebut telah menghabiskan anggaran sekitar Rp100 juta lebih.
Menurutnya, pembangunan gerbang saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Ke depan, ia bahkan memiliki rencana menambah satu lagi patung kuda sehingga gerbang tersebut nantinya memiliki dua patung kuda berwarna hitam.

“Pembangunannya sudah sekitar 80 persen. Untuk gerbang dan ikon ini, dana yang sudah dikeluarkan sekitar Rp100 juta lebih. Ke depan ada rencana dibuat dua patung kuda warna hitam,” jelas H. Ampang.

Kehadiran ikon tersebut tidak hanya mempercantik tampilan rumah, tetapi juga mulai menjadi salah satu titik yang menarik perhatian masyarakat yang melintas di kawasan Desa Paraikatte.

Dengan latar perbukitan yang membentang di antara wilayah Bajeng dan Pallangga, keberadaan gerbang tersebut memberikan pemandangan yang semakin khas bagi kawasan tersebut.

Wartawan: Indra, Editor: Bachtiar Tahir