BANTAENG, Tubarania.com– Peta persaingan menuju Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Kabupaten Bantaeng mulai memanas. Salah satu figur yang kini menjadi sorotan adalah Jabal Nur (KR Nanring) yang secara terbuka menyatakan kesiapannya maju sebagai Calon Ketua Umum DPD KNPI Bantaeng dengan mengusung semangat “Pemuda Mendengar dan Bergerak.”

Kemunculan Jabal Nur dinilai menjadi warna baru dalam kontestasi kepemimpinan KNPI. Di tengah harapan besar agar organisasi kepemudaan kembali menjadi pusat lahirnya gagasan dan gerakan, Jabal Nur menawarkan pendekatan yang menitikberatkan pada mendengar aspirasi sebelum mengambil keputusan.

“KNPI tidak boleh hanya menjadi organisasi yang hidup menjelang Musda. KNPI harus hadir setiap hari, mendengar, bergerak, dan menjadi solusi bagi persoalan pemuda,” menjadi pesan yang diusung dalam materi kampanyenya.

Dalam poster deklarasinya, Jabal Nur membawa empat komitmen utama, yakni mendengar aspirasi pemuda, bergerak menghadirkan solusi nyata, membangun kolaborasi dan solidaritas, serta bersama memajukan Bantaeng.

Bukan Sekadar Perebutan Jabatan

Musda KNPI bukan hanya agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momentum menentukan arah organisasi kepemudaan untuk beberapa tahun ke depan. Di berbagai daerah, Musda KNPI diposisikan sebagai forum strategis untuk konsolidasi pemuda dan regenerasi kepemimpinan.

Karena itu, kemunculan Jabal Nur dipandang sebagai bagian dari dinamika demokrasi organisasi yang diharapkan melahirkan kompetisi gagasan, bukan sekadar kompetisi figur.

“Karena Panggilan Adalah Sebuah Keharusan”

Mengusung tagline “Karena Panggilan Adalah Sebuah Keharusan”, Jabal Nur menegaskan bahwa pencalonannya lahir dari dorongan untuk membangun KNPI yang lebih aktif, lebih terbuka, dan lebih dekat dengan seluruh organisasi kepemudaan.

Ia juga menempatkan nilai kepemimpinan yang melayani, inovatif, adaptif, jujur, amanah, peduli, dan berdaya sebagai fondasi kepemimpinannya.

Dengan mengusung tagar #PemudaBersatuBantaengMaju, Jabal Nur mengajak seluruh elemen pemuda menjadikan Musda sebagai ajang menyatukan energi, bukan memecah persaudaraan.

Kini publik menanti, apakah semangat “Pemuda Mendengar dan Bergerak” mampu mengubah peta kontestasi dan mendapat kepercayaan mayoritas pemilik suara pada Musda DPD KNPI Bantaeng mendatang.

Wartawan: Tubarania, Editor: Bachtiar