Iklan
Iklan

MAKASSAR | TUBARANIA.COM Pelayanan di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Makassar kembali menuai sorotan. Hal ini menyusul adanya keluhan dari salah seorang rekan media terkait sulitnya mendapatkan kebijakan pengambilan unit kendaraan yang ditahan, meski telah mencoba berkoordinasi secara prosedural.

​Peristiwa ini bermula saat seorang wartawan hendak mengurus pengambilan sepeda motor miliknya dengan nomor polisi DD 6510 XAR yamaha gear. Kendaraan tersebut diamankan petugas dalam giat antisipasi ngebuburit beberapa waktu lalu dijalan arif rate 15/3/2026.

​Berdasarkan pantauan di lapangan, rekan wartawan bermaksud menemui petugas bernama Murdadi untuk melakukan koordinasi sesuai arahan Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Andi Husnaeni. Namun, terjadi ketidaksinkronan informasi di bagian pelayanan.

​Saat dikonfirmasi, salah seorang Polwan yang bertugas di loket menyatakan bahwa Murdadi sedang tidak berada di kantor. Padahal, informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa yang bersangkutan sedang berada di area kantor Satlantas.

​Tidak hanya dipersulit soal komunikasi, petugas di bagian barang bukti juga terkesan kaku dan tidak memberikan ruang kebijakan. Alasan yang diberikan kepada pemilik kendaraan adalah belum adanya instruksi langsung dari pimpinan.

​”Alasannya anggota, belum ada instruksi dari pimpinan. Katanya nanti selesai lebaran baru motor bisa diambil,” ujar wartawan pemilik kendaraan tersebut dengan nada kecewa.

​Sikap kaku ini dinilai bertolak belakang dengan semangat pelayanan prima yang sering didengungkan Polri. Apalagi, kendaraan tersebut merupakan alat transportasi utama rekan media dalam menjalankan tugas jurnalistik sehari-hari.

​Hingga berita ini diturunkan, Kasat Lantas Polrestabes Makassar belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai alasan penahanan kendaraan hingga melewati hari raya tersebut, padahal pemilik sudah menunjukkan itikad baik untuk mengurus administrasi.

​Situasi ini diharapkan menjadi evaluasi bagi internal Satlantas Polrestabes Makassar agar komunikasi antara instruksi pimpinan dan pelaksana di lapangan dapat berjalan sinkron, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan mitra kerja.

Editor : Bachtiar Tahir