



GOWA | TUBARANIA.COM-Seorang pemuda bernama Firdaus (21), warga Dusun Camba, Desa Kanjilo, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban pengeroyokan dan perampokan oleh dua orang temannya sendiri. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam, 1 Februari 2026.
Kronologi kejadian bermula saat korban dihubungi oleh salah satu terduga pelaku bernama Aswan melalui pesan WhatsApp. Dalam pesan tersebut, korban diminta datang untuk mengambil uang yang sebelumnya pernah dipinjamkan kepada Aswan dan rekannya, Risky.
Sekitar pukul 21.00 Wita, Firdaus kemudian meminjam sepeda motor milik rekannya, Reza, dan berangkat bersama temannya Syamsul Bahri (25) menuju Desa Barembeng, Kecamatan Bontonompo.
Setibanya di lokasi, korban bertemu dengan dua orang yang diduga sebagai pelaku, yakni Aswan dan Risky. Namun, situasi kemudian berubah mencurigakan.
Menurut Syamsul Bahri, Risky meminta izin meminjam sepeda motor korban dengan alasan hendak mengambil uang yang dipinjam.
โPas saya tiba di lokasi, pelaku Risky langsung meminjam motor dan membawa Firdaus ke suatu tempat. Saya mau ikut, tapi saya dilarang,โ ujar Syamsul saat ditemui di rumah korban, Selasa (2/2/2026).
Tak lama berselang, Aswan juga pergi menyusul Risky dan Firdaus dengan menggunakan sepeda motor lain, meninggalkan Syamsul sendirian di lokasi.
โBeberapa saat kemudian Aswan menyusul mereka dan meninggalkan saya di tempat itu,โ tambahnya.
Sekitar satu jam kemudian, Firdaus kembali dalam kondisi lemas dan bersimbah darah, terutama di bagian kepala. Melihat kondisi korban yang memprihatinkan, Syamsul langsung membawanya ke Puskesmas Limbung untuk mendapatkan pertolongan medis.
โSaya langsung bawa dia ke puskesmas. Setelah itu saya juga menghubungi teman agar memberitahu orang tuanya bahwa Firdaus ada di puskesmas dalam kondisi luka parah karena diduga dikeroyok,โ jelas Syamsul.
Ibu korban, Haslinda Dg Soโna (42), yang tiba di puskesmas langsung memeriksa kondisi anaknya. Ia mengungkapkan Firdaus mengalami sejumlah luka serius.
โAnak saya mengalami luka di bagian mata, kepala bocor, kedua tangan lecet di bagian siku, mata nyaris buta dan memar di beberapa bagian tubuh,โ ungkap Haslinda.
Usai mendapatkan perawatan medis, pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bontonompo. Korban juga telah menjalani proses visum sebagai bagian dari laporan resmi.
โSaya sudah melapor ke Polsek Bontonompo, keterangan sudah diambil dan anak saya juga sudah divisum,โ katanya.
Haslinda berharap aparat kepolisian segera menangkap para pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku, meskipun ia mengaku mengetahui adanya hubungan keluarga antara salah satu terduga pelaku dengan pejabat di kepolisian setempat.
Saat ini, Firdaus masih terbaring di rumahnya dan menjalani pemulihan akibat luka-luka yang dideritanya,
“Kalau saya bangun saya mau muntah, kepala sakit dan mata hampir buta, ” Ujar Firdaus, Sambil merintih kesakitan.
Korban juga mengatakan bahwa saat dirinya dikeroyok, salah satu pelaku sempat membawa senjata tajam jenis badik dan hendak menikam dirinya.
“Risky sempat keluarkan badik dan mau menikam saya, tetapi Aswan ambil itu badiknya lalu mengatakan tidak usah di tikam, kasih setengah mati saja, ” Benernya.
Setelah di keroyok, lanjut Firdaus, kedua pelaku merampas handphonenya lalu meninggalkan korban.
“Setelah di keroyok, HP saya di rampas, pelaku ambil di dalam kantong celana saya, lalu keduanya pergi meninggalkan saya, ” Tutupnya.
” Sementara pihak polsek bontonompo melalui Kanit Res Bontonompo Aipda Munawar S.H mengatakan kami masih dalami, klu nanti dalam proses penyelidikan ditemukan fakta-fakta mengenai barang/HP korban yang diambil dengan melawan hukum (ada unsur paksaan dan ancaman bukan karena ada pinjaman korban) maka akan kami lapis dengan pasal lain, Perkembangan akan kami sampaikan sama pihak media”,ujarnya.

