

GOWA |TUBARANIA.COM – Kantor DPRD dan Bupati Gowa didatangi ratusan massa yang tergabung dalam gerakan “Poros Pemuda Berlawan” pada Selasa (21/4/2026). Aksi unjuk rasa ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Bupati Gowa, Hj. Husniah Talenrang, yang dinilai sarat akan kontroversi, mulai dari dugaan maladministrasi beasiswa hingga isu moralitas yang mencuat ke publik.
Salah satu poin utama yang disuarakan massa aksi adalah pembatalan sepihak beasiswa Doktoral (S3) Universitas Hasanuddin atas nama Risqila Amran. Massa menilai keputusan pencabutan beasiswa yang dikeluarkan melalui surat pernyataan tertanggal 29 Desember 2025 tersebut merupakan tindakan sewenang-wenang dan melanggar prinsip due process of law.
”Kami menduga pembatalan ini bersifat subjektif dan kental dengan tendensi politik serta sentimental pribadi. Padahal, tiga penerima lainnya tetap berjalan, sementara saudari Risqila dikecualikan tanpa dasar hukum yang jelas. Ini adalah bentuk maladministrasi nyata,” ujar koordinator aksi dalam orasinya.
Tidak hanya soal administrasi pemerintahan, massa juga menyoroti merosotnya citra Butta Gowa akibat isu miring yang menyeret nama Bupati. Isu mengenai dugaan hubungan gelap antara Bupati dengan seorang konsultan politik berinisial BK telah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial dan berita.
”Poros Pemuda Berlawan” menganggap skandal ini bukan sekadar urusan pribadi, melainkan masalah integritas seorang pejabat publik. Menurut mereka, seorang pemimpin seharusnya menjadi teladan moral bagi masyarakat, bukan justru menciptakan kegaduhan yang merusak kredibilitas pemerintahan.
Massa juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas pengadaan seragam sekolah di Kabupaten Gowa yang nilainya dianggap fantastis. Terdapat indikasi kuat terjadinya tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut yang diduga melibatkan lingkaran kekuasaan.
Dalam pernyataannya jendral lapangan Fahim “Poros Pemuda Berlawan” menegaskan bahwa rentetan masalah ini mulai dari arogansi kepemimpinan hingga indikasi korupsi telah mengkhianati amanah rakyat dan menghambat cita-cita kesejahteraan kolektif. Mereka menuntut:
1. Penjelasan transparan terkait pembatalan beasiswa mahasiswa S3.
2. Klarifikasi resmi mengenai isu moralitas yang merugikan citra daerah.
3. Pengusutan tuntas oleh pihak berwenang atas dugaan korupsi pengadaan seragam.
Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di depan kantor Bupati dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan Satpol PP, menunggu perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Gowa untuk menemui dan memberikan jawaban atas tuntutan mereka.

