




Afrikal Rewa, 26 Oktober 2025 – Di tengah hiruk pikuk lingkungan Bontorea, seorang nenek tunanetra bernama Jumania hidup sebatang kara. Di usia senjanya, ia berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa sanak saudara atau keluarga di sisinya.

Jumania, yang tinggal di sebuah gubuk sederhana di Desa Bontorea, telah menjadi bagian dari komunitas Bontorea selama puluhan tahun. Meski dengan keterbatasan penglihatan, semangatnya tak pernah padam. Setiap hari, ia berusaha mencari nafkah dengan [Sebutkan Pekerjaan atau Cara Jumania Mencari Nafkah, jika diketahui. Jika tidak, bisa diganti dengan “membuat kerajinan tangan sederhana” atau “mengandalkan kebaikan tetangga”
”Meskipun hidup serba kekurangan, Nenek Jumania selalu bersyukur dan tidak pernah menyerah,” ujar [Nama Tokoh Masyarakat atau Relawan yang Dekat dengan Jumania], seorang tokoh masyarakat setempat. “Beliau adalah inspirasi bagi kita semua untuk selalu tegar dalam menghadapi cobaan hidup.”
Kisah Jumania telah menyentuh hati banyak warga Bontorea. Beberapa di antaranya secara sukarela membantu memberikan makanan, pakaian, dan kebutuhan pokok lainnya. Namun, bantuan yang ada masih belum mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan Jumania.

