Iklan
Iklan

ENREKANG |TUBARANIA.COM– Jagat maya dan masyarakat Kabupaten Enrekang dihebohkan dengan beredarnya konten bermuatan asusila yang diduga melibatkan seorang oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

​Video berdurasi singkat tersebut memperlihatkan adegan layaknya suami istri yang dilakukan di sebuah kamar hotel. Kejadian ini pun kini memicu gelombang desakan agar Badan Kehormatan (BK) DPRD segera turun tangan.

Detail Kejadian yang Beredar
​Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber dan rekaman yang tersebar, berikut adalah poin-poin utama skandal tersebut:

– ​Pemeran Pria: Diduga kuat adalah ST legislator aktif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
– ​Pemeran Wanita: Diketahui bernama SD, seorang perempuan muda yang disebut berasal dari Makassar.
– ​Lokasi: Aksi tersebut disinyalir dilakukan di salah satu hotel di wilayah Kabupaten Enrekang.
– ​Bukti Pendukung: Selain video fisik, tangkapan layar (screenshot) percakapan intim antara keduanya juga turut tersebar luas, memperkuat dugaan adanya hubungan terlarang.

Dampak dan Sanksi yang Mengintai
​Tindakan ini dinilai telah mencoreng citra institusi legislatif dan melanggar kode etik pejabat publik. Secara hukum dan kepartaian, terdapat beberapa konsekuensi serius yang mungkin dihadapi:

1). ​Pelanggaran Kode Etik: Badan Kehormatan (BK) DPRD Enrekang memiliki wewenang untuk melakukan pemeriksaan. Jika terbukti melanggar norma kesopanan dan etika, sanksi terberat dapat berupa Pemberhentian Antar Waktu (PAW).

2). ​Sanksi Internal Partai: Sebagai partai yang berbasis religius, PKB diprediksi akan mengambil tindakan tegas berupa sanksi organisasi hingga pemecatan sebagai kader bagi anggota yang mencoreng nama baik partai.

3). ​Konsekuensi Hukum: Merujuk pada UU ITE No. 1 Tahun 2024 dan UU Pornografi, pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan maupun penyebaran konten tersebut dapat diproses secara pidana.

*Reaksi Masyarakat di Indonesia*

​Masyarakat Enrekang mengecam keras beredarnya video ini. Sebagai representasi rakyat, anggota dewan seharusnya menjadi teladan moral bagi konstituennya.

“Kami berharap pihak berwenang dan partai pengusung segera memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kegaduhan yang berlarut-larut,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Saat awak media melakuka Konfirmasi melalui Sekwan DPRD Enrekang Syamsul Iwan, S.IP., M.Si mengatakan, kami akan komunikasikan dengan yang bersangkutan, walaupun dibawah naungan lembaga tapi perbuatannya diluar kantor, perbuatannya diluar kantor, akan tetapi kalau terbukti perbuatannya maka diadakan rapat untuk PAW yang bersangkutan,”singkatnya

​Hingga saat ini, pihak ST maupun pengurus DPC PKB Enrekang belum memberikan pernyataan resmi terkait video yang menyeret nama mereka.

lp ; Meteor